Arianto: Jangan Jual Indonesia

indonesiasatu, 17 Feb 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

OPINI- Semua investor, baik investor dalam negeri maupun luar negeri, tahu bahwa produksi semen di Indonesia sudah over supply. 

Penawaran semen di Indonesia sudah jauh melampaui permintaan. Sehingga dalam bisnis semen, berlaku hukum ekonomi.

Jika supply berlebih dibanding demand, maka price akan turun. Supply semen di Indonesia yang diproduksi perusahaan dalam negeri sudah over yang mana hal tersebut sudah cukup membuat harga semen dalam negeri sangat stabil.

Sehingga dalam kondisi demikian pemerintah tidak perlu mengintervensi harga semen. Pengusaha pun tak berani untuk mencoba-coba melirik bisnis semen untuk mendirikan industri semen di Indonesia.

Fakta berkata lain terhadap apa yang dilakukan oleh perusahaan dari Tiongkok, Anhui Conch Cement.

Conch cement sangat bernafsu mendirikan perusahaan industri semen di berbagai daerah di Indonesia dalam kondisi over supply semen.

Apa yang terjadi di balik semua itu? Inilah yang tidak dipahami oleh banyak orang, sehingga diperlukan waktu sejenak untuk bertafakkur merenungi semua itu.

Conch cement terkenal dengan semen harga murah dibanding harga semen perusahaan yang sudah ada sebelumnya. Ini dapat dilihat di daerah lain.

Strategi merusak harga yang dilancarkan perusahaan bermata sipit ini terus digencarkan di berbagai daerah, termasuk rencananya membangun industri semen di Kabupaten Barru.

Politik bisnis kotor ini memang dikenal dalam ekonomi bisnis, tetapi terjadi dengan mengorbankan yang lainnya.

Sebagai pemain baru dalam bisnis semen, conch sangat bernafsu menguasai market share atau pangsa pasar semen di Indonesia, meski sampai saat ini, conch tertatih-tatih dalam mencapai angka dua digit dalam pangsa pasar semen.

Conch tercatat hanya bertengger pada 4 persen dari market share semen di negeri ini. Strategi merusak harga semen untuk menjadi leader pasar semen tentu membutuhkan pengorbanan berupa kerugian karena perusahaan menjual dengan harga murah.

Selain perusahaan harus menanggung kerugian, karyawan, pemerintah, perusahaan lain, dan masyarakat pun harus menanggung kerugian besar.

Conch di berbagai daerah, dari berbagai sumber, diprotes karena diduga menggaji karyawan dibawah standar.

Conch dibeberapa daerah juga banyak melanggar peraturan yang berlaku di NKRI.

Conch membangun pabrik semen di Manado tanpa memiliki izin. Begitu juga yang terjadi di Barru.

Bupati Boloon Mongondow pada 2017 lalu bersama pasukan Satpol PP berani menutup conch karena membangun pabrik di daerah tanpa memiliki izin apapun.

Ini tercatat sebagai bupati paling berani di Indonesia membela kepentingan warganya dan memproteksi kepentingan pebisnis dalam negeri.

Nah, apa yang kita lakukan di Barru? Tahukah kita bahwa dengan melakukan strategi merusak harga, maka biaya investasi, dan biaya dalam perusahaan dapat ditekan atau berkurang. Sehingga itulah makanya strategi jual murah dapat dilakukan.

Semua itu mungkin bisa saja dilakukan pengusaha semen di Indonesia, tetapi justru pengusaha semen di Indonesia tercatat taat aturan, malah justru kesulitan di negeri sendiri.

Selain itu, kerugian yang bisa saja ditanggung oleh masyarakat adalah PHK besar-besaran dari perusahaan semen dalam negeri.

Orang yang terancam untuk terkena PHK jika perusahaan semen dalam negeri gulung tikar adalah bukan pekerja dari Israel, tetapi para pekerja yang mungkin adalah sanak saudara dan handai taulan kita.

Lalu kemudian, daerah ini akan kebanjiran pekerja Cina yang bisa jadi melabrak peraturan keimigrasian.

Belum lagi berbicara masalah polutan yang akan muncul. Kalau industri semen dibangun di tengah kota, maka suhu akan meningkat tajam dari sebelumnya.

Musim pun akan bertambah menjadi tiga musim yaitu dari musim hujan dan kemarau bertambah satu yakni musim debu.

Semua masjid di Jampue, masjid agung, kantor bupati dan gedung dewan dan lain-lain tiap hari akan dihujani debu.

Nah, siapa yang diuntungkan? Orang yang diuntungkan adalah orang yang berpihak pada perusahaan ini, salah satunya adalah orang yang membantu pembebasan lahan yang disinyalir melanggar ketentuan perundang-undang yang berlaku di NKRI.

Apakah strategi banting harga akan berlangsung selamanya? Sangat mustahil strategi tersebut bisa berlangsung lama dalam dunia bisnis.

Namanya juga strategi, harga akan melambung tinggi setelah bisa menguasai pangsa pasar, bahkan bisa jauh melampaui harga rata-rata sebelum melancarkan strategi tersebut dan setelah semua perusahaan yang sama terkapar tak berdaya.

Barru 16 Februari 2020

Opini Oleh Arianto

Pimpinan Redaksi Jurnal 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami